Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Cerpen Sekolahku "Kejutan Merpati"

KEJUTAN MERPATI Semarak tahun baru telah usai, kini mulai ku membuka lembaran baru dalam tiap halaman di buku catatanku. Iya, tahun 2015 telah lewat dan ini tahun 2016. Dan kembali ke sekolah. Inilah aku, seorang pelajar di sebuah sekolah menengah negeri yang cukup dikenal oleh masyarakat luas. Seperti pelajar lainnya, aku bersiap untuk kembali ke rutinitas yang dulu. Aku bisa dibilang jika aku merupakan siswi yang cukup aktif di dalam organisasi dalam maupun luar sekolah. Karna prinsip dalam diriku telah ku tetapkan dalam hati ini, jika dengan cara inilah aku tidak akan mati dalam lingkungan persaingan sekolah dan lingkungan masyarakat sekitarku. Setidaknya aku memiliki pengetahuan lebih tentang apa yang tidak ku pelajari di sekolah dan benar saja, aku merasakan segala perubahan itu. Perubahan karna kegiatan positifku ini. Kini aku menjadi seseorang yang selalu suka dengan sebuah pekerjaan dan selalu berantusias untuk mencoba hal baru. Iya, hal baru inilah yang membentuk kara...

FAKTA MANUSIA

SEJENAK MENGINGAT  Oleh VE HANDOJO M aaf Saya Tidak Dari sejuta kata maaf yang sering kita ucapkan, berapa banyak sih yang benar – benar tulus? Jangan – jangan kata maaf sudah turun derajat jadi sekedar basa – basi. Mi nta  maaf adalah sebuah seni yang terancam kepunahannya. Sama seperti “I Love You” , orang juga sering asal sebut   “I’m Sorry” tanpa hati. Lebih parah lagi hal ini justru sering terjadi diantara orang – orang dekat dengan kita. Minta maaf kepada seorang teman (apalagi keluarga, orang tua, atau anak sendiri) terasa jauh lebih sulit dari pada mengakui kejahatan yang kita lakukan ke orang yang kita benci Mari berpikir sejenak sebelum mengucapkan slogan mohon maaf lahir batin dihari lebaran nanti ataupun dihari – hari non lebaran. “I’m Sorry” = “Maafkan saya!” Pada praktik sehari – harinya, lidah sering terasa kaku untuk mengucapkan saya minta maaf, apalagi maafkan saya. Rasanya lebih asyik atau cool kalau pakai Bahasa Inggris, ...

PUISI PERJUANGAN

Nenek Pernah Bercerita Karya : Pelangi dan Senja Pernah ku mendengar sebuah alur cerita Nenek berdongeng dengan serunya Kata demi kata seakan penuh maknanya Saat dimana pertumpahan darah merajalela Tuan, nenek pernah bercerita Disini, letakku berdiri Yang dulu tak pernah ku ketahui Inikah letak ragamu terhempas? Ditendang ataukah tertembak? Mereka pelaksana yang tak waras Gila keelokan dunia, martabat bahkan kuasa Tuan, nenek pun pernah bercerita Disini, dimana tanah yang ku pijak Melintas lalu mengingatkanku Akankah kau berdiri menegakkan raga disini? Tak gentar walau lawan beribu – ribu menghadang Bambu berujung tajam di lengan Melawan liciknya senapan Terbangun semangat di hati terdalam Maju dan tak pernah ada kata “AKU TAKUT MATI!” Tuan… Seribu tetes darah di dada mengucur Tumpahkan nafas dan jiwamu Tapi, tak kau hiraukan Onggokan keberanian dan kesucian tekadmu Seakan telah melekad dalam ke dalaman  tanah surgaw...